Jumat, 04 Maret 2011

Perlukah Urut Rahim Setelah Melahirkan?

akarta, Beberapa perempuan ada yang melakukan urut rahim setelah melahirkan karena dipercaya bisa mengembalikan posisi rahim ke normal. Seberapa penting melakukan urut rahim setelah melahirkan?

Kebiasaan urut rahim atau menggunakan gurita untuk membuat bentuk perut kembali normal sudah menjadi tradisi turun temurun. Seorang ibu biasanya akan menurunkan kebiasaan itu pada anak perempuannya yang baru melahirkan.

Namun menurut ahli kandungan dr Ifzal Asril, SpOG melakukan urut setelah melahirkan sebenarnya bukan untuk mengembalikan posisi rahim.

"Sebenarnya ibu-ibu tidak perlu melakukan urut untuk mengembalikan posisi rahim setelah melahirkan. Karena rahim tidak menempel, melainkan menggantung di rongga panggul," ujar dr Ifzal Asril, SpOG, saat dihubungi detikHealth, Kamis (29/4/2010).

dr Ifzal menuturkan selama perempuan masih mendapatkan menstruasi, maka rahim akan digantung oleh ligamen-ligamen dengan posisi yang kuat. Hal ini dipengaruhi oleh faktor hormon seperti estrogen.

Tapi jika seorang perempuan sudah menopause, maka hormon estrogen semakin berkurang sehingga mengakibatkan rahim mulai lemah atau turun yang disebut dengan prolapse uterine.

"Kalau lagi hamil sebaiknya perut tidak diurut-urut, karena kalau salah urut bisa menyebabkan kontraksi atau jika yang ditekan adalah tempat menempelnya plasenta maka bisa menyebabkan plasenta menjadi lepas," ungkap dokter yang berpraktik di RSIA Hermina Jatinegara Jakarta.

Selain itu dr Ifzal juga menambahkan perempuan yang baru melahirkan tidak perlu menggunakan gurita yang terlalu kencang. Karena selama ini belum terbukti secara ilmiah penggunaan atau manfaat dari gurita tersebut.

Biasanya gurita yang digunakan akan dililit dengan kencang agar perut kembali rata, tapi hal ini malah bisa mengganggu pernapasan dan membuat seseorang sulit untuk bernapas secara normal.

"Jika si ibu melahirkan secara normal, lebih baik melakukan olahraga seperti sit up atau senam nifas dan diet rendah lemak setelah selesai memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan," ujar dokter lulusan FKUI ini.

Tapi kalau ibu melahirkan bayinya melalui operasi caesar, maka tergantung dari kondisi ibunya apakah masih merasa sakit atau tidak.

Kalau masih terasa sakit atau nyeri sebaiknya jangan berolahraga dulu, tapi kalau sudah tidak sakit boleh melakukan olahraga.


(ver/ir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jumat, 04 Maret 2011

Perlukah Urut Rahim Setelah Melahirkan?

akarta, Beberapa perempuan ada yang melakukan urut rahim setelah melahirkan karena dipercaya bisa mengembalikan posisi rahim ke normal. Seberapa penting melakukan urut rahim setelah melahirkan?

Kebiasaan urut rahim atau menggunakan gurita untuk membuat bentuk perut kembali normal sudah menjadi tradisi turun temurun. Seorang ibu biasanya akan menurunkan kebiasaan itu pada anak perempuannya yang baru melahirkan.

Namun menurut ahli kandungan dr Ifzal Asril, SpOG melakukan urut setelah melahirkan sebenarnya bukan untuk mengembalikan posisi rahim.

"Sebenarnya ibu-ibu tidak perlu melakukan urut untuk mengembalikan posisi rahim setelah melahirkan. Karena rahim tidak menempel, melainkan menggantung di rongga panggul," ujar dr Ifzal Asril, SpOG, saat dihubungi detikHealth, Kamis (29/4/2010).

dr Ifzal menuturkan selama perempuan masih mendapatkan menstruasi, maka rahim akan digantung oleh ligamen-ligamen dengan posisi yang kuat. Hal ini dipengaruhi oleh faktor hormon seperti estrogen.

Tapi jika seorang perempuan sudah menopause, maka hormon estrogen semakin berkurang sehingga mengakibatkan rahim mulai lemah atau turun yang disebut dengan prolapse uterine.

"Kalau lagi hamil sebaiknya perut tidak diurut-urut, karena kalau salah urut bisa menyebabkan kontraksi atau jika yang ditekan adalah tempat menempelnya plasenta maka bisa menyebabkan plasenta menjadi lepas," ungkap dokter yang berpraktik di RSIA Hermina Jatinegara Jakarta.

Selain itu dr Ifzal juga menambahkan perempuan yang baru melahirkan tidak perlu menggunakan gurita yang terlalu kencang. Karena selama ini belum terbukti secara ilmiah penggunaan atau manfaat dari gurita tersebut.

Biasanya gurita yang digunakan akan dililit dengan kencang agar perut kembali rata, tapi hal ini malah bisa mengganggu pernapasan dan membuat seseorang sulit untuk bernapas secara normal.

"Jika si ibu melahirkan secara normal, lebih baik melakukan olahraga seperti sit up atau senam nifas dan diet rendah lemak setelah selesai memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan," ujar dokter lulusan FKUI ini.

Tapi kalau ibu melahirkan bayinya melalui operasi caesar, maka tergantung dari kondisi ibunya apakah masih merasa sakit atau tidak.

Kalau masih terasa sakit atau nyeri sebaiknya jangan berolahraga dulu, tapi kalau sudah tidak sakit boleh melakukan olahraga.


(ver/ir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar